{"id":1103,"date":"2026-09-26T23:44:09","date_gmt":"2026-09-26T23:44:09","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/?p=1103"},"modified":"2026-09-26T23:44:09","modified_gmt":"2026-09-26T23:44:09","slug":"delicious-and-easy-resep-kue-putu-ayu-kukus-for-your-next-family-gathering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/delicious-and-easy-resep-kue-putu-ayu-kukus-for-your-next-family-gathering\/","title":{"rendered":"Delicious and Easy Resep Kue Putu Ayu Kukus for Your Next Family Gathering"},"content":{"rendered":"<h1>Delicious and Easy Resep Kue Putu Ayu Kukus for Your Next Family Gathering<\/h1>\n<h2>Perkenalan<\/h2>\n<p>Jika Anda mencari makanan penutup yang lezat dan menarik secara visual untuk pertemuan keluarga Anda berikutnya, inilah jawabannya <strong>Kue Putu Ayu Kukus<\/strong>. Kue kukus tradisional Indonesia ini disukai karena teksturnya yang lembut dan aroma kelapa yang menggoda. Dengan rona hijau cerah dan kombinasi rasa yang nikmat, Kue Putu Ayu Kukus pasti akan menjadi hits di perayaan apa pun. Pada artikel ini, kita akan membahas resep mudah, beberapa tips bermanfaat, dan informasi menarik tentang camilan manis klasik ini.<\/p>\n<h2>What is Kue Putu Ayu Kukus?<\/h2>\n<p>Kue Putu Ayu Kukus merupakan makanan penutup khas Indonesia yang sering dinikmati di berbagai upacara dan pertemuan. Merupakan jenis kue kukus yang terkenal dengan bentuk cincinnya, warna hijau mencolok yang berasal dari daun pandan, dan topping kelapa parut yang lezat. Kata &ldquo;Putu&rdquo; mengacu pada kue tradisional Indonesia, sedangkan &ldquo;Ayu&rdquo; berarti cantik, menggambarkan tampilan kue dengan sempurna.<\/p>\n<h2>Bahan-bahan<\/h2>\n<p>Untuk membuat hidangan penutup yang lezat ini, Anda membutuhkan bahan-bahan berikut:<\/p>\n<h3>Untuk Kue:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>200 gram tepung serbaguna<\/strong><\/li>\n<li><strong>150 gram gula pasir<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 butir telur besar<\/strong><\/li>\n<li><strong>150 ml santan<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 sendok teh ekstrak vanila<\/strong><\/li>\n<li><strong>1\/2 sendok teh baking powder<\/strong><\/li>\n<li><strong>1\/4 sendok teh garam<\/strong><\/li>\n<li><strong>Beberapa tetes ekstrak pandan atau pasta pandan untuk pewarna dan rasa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk Toppingnya:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>100 gram kelapa parut segar<\/strong><\/li>\n<li><strong>1\/4 sendok teh garam<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Peralatan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Panci kukus<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kue Putu Ayu molds<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mangkuk pencampur<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mixer atau pengocok listrik<\/strong><\/li>\n<li><strong>Sudip<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Resep Langkah demi Langkah<\/h2>\n<h3>Langkah 1: Siapkan Topping Kelapa<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur kelapa parut segar dengan sedikit garam.<\/li>\n<li>Ambil sedikit adonan kelapa lalu letakkan di dasar setiap cetakan Kue Putu Ayu. Tekan perlahan untuk membuat lapisan rata. Langkah ini memastikan kelapa menempel pada kue setelah dikukus.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Buat Adonan Kue<\/h3>\n<ol>\n<li>Dalam wadah pencampur, kocok telur dan gula pasir hingga mengembang dan pucat. Mixer listrik sangat ideal untuk proses ini, tetapi pengocok juga bisa digunakan.<\/li>\n<li>Tambahkan santan ke dalam adonan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.<\/li>\n<li>Tambahkan ekstrak atau pasta pandan dan ekstrak vanila. Aduk hingga warna dan rasa tercampur rata.<\/li>\n<li>Ayak tepung serbaguna, baking powder, dan garam. Masukkan perlahan ke dalam adonan telur menggunakan spatula, pastikan adonan halus dan tidak menggumpal.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Isi Cetakan dan Kukus<\/h3>\n<ol>\n<li>Tuang adonan yang sudah disiapkan ke dalam setiap cetakan di atas lapisan kelapa, isi hingga 3\/4 penuh agar bisa mengembang.<\/li>\n<li>Didihkan sepanci air dan masukkan cetakan ke dalam kukusan.<\/li>\n<li>Kukus kue selama kurang lebih 20 menit, atau hingga matang sempurna. Untuk mengujinya, masukkan tusuk gigi ke dalam kue; itu akan keluar bersih saat kue sudah matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 4: Angkat dan Sajikan<\/h3>\n<ol>\n<li>Setelah dikukus, keluarkan cetakan dengan hati-hati dari kukusan dan biarkan agak dingin.<\/li>\n<li>Keluarkan kue dari cetakan secara perlahan, pastikan lapisan kelapa tetap utuh di atasnya.<\/li>\n<li>Tata Kue Putu Ayu Kukus cantikmu di atas piring dan sajikan hangat atau pada suhu ruangan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tip dan Variasi<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kesegaran adalah Kuncinya<\/strong>: Gunakan kelapa yang paling segar untuk mendapatkan rasa yang autentik.<\/li>\n<li><strong>Penyesuaian Warna<\/strong>: Sesuaikan rona hijau dengan menyesuaikan jumlah ekstrak pandan, ingatlah bahwa sedikit saja sudah cukup.<\/li>\n<li><strong>Peningkatan Rasa<\/strong>: Bereksperimenlah dengan ekstrak alami lainnya seperti air daun pandan untuk rasa yang lebih kuat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Alternatif yang Lebih Sehat<\/h2>\n<p>Jika Anda mencari versi yang lebih sehat:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tepung Terigu<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Delicious and Easy Resep Kue Putu Ayu Kukus for Your Next Family Gathering Perkenalan Jika Anda mencari makanan penutup yang lezat dan menarik secara visual untuk pertemuan keluarga Anda berikutnya, inilah jawabannya Kue Putu Ayu Kukus. Kue kukus tradisional Indonesia ini disukai karena teksturnya yang lembut dan aroma kelapa yang menggoda. Dengan rona hijau cerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[667],"class_list":["post-1103","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-putu-ayu-kukus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1103"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1105,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1103\/revisions\/1105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmakjudes.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}